Menginstall Ubuntu 13.10 Menggunakan
Aplikasi Virtual VMware
Assalamualaikum Wr. Wb
Ketemu lagi di Blog SOPK UNNES tercinta ini hehehe...
Setelah kemarin kita belajar menginstall Ubuntu 13.04
menggunakan VMware. Kali ini kita akan mencoba Ubuntu 13.10. Sebenarnya antara
Ubuntu 13.04 dan 13.10 tidak jauh beda dalam penginstalan dan dalam hal
spesifikasi. Maka ini akan mempermudah kita dalam menginstal nantinya.
Ok sebelum kita masuk ke prosesnya, kembali lagi aku akan
mengingatkan kembali tentang apa itu Ubuntu dan aplikasi VMware.
Ubuntu merupakan salah satu
distro Linux yang menurut saya sangat pas untuk pemula yang biasanya
menggunakan windows dan ingin beralih ke Linux. Ubuntu memiliki dua versi yaitu
versi Desktop dan Server.
Ubuntu
13 adalah versi lanjut dari
Canonial Ubuntu yang dirilis secara resmi pada 25 April 2013. Versi ini dirilis
pada masa itu untuk menyaingi Windows 8 dari Microsoft. Perubahan signifikan
versi dari versi sebelumnya adalah kecepatan bootingnya yang meningkat.
Sedangkan VMware
adalah Sebuah program yang digunakan untuk membuat virtual sistem
operasi di Laptop ataupun PC. Sehingga dalam 1 Laptop/PC terdapat lebih
dari 1 Sistem Operasi.Sedangkan keunggulannya adalah bila dibanding
dengan dual booting yang harus shutdown untuk mengganti sistem
operasi, Vmware mampu mengaktifkan beberapa sistem operasi secara bersamaan.
Nah kali ini aku masih menggunakan aplikasi VMware 9.0
karna support dengan laptopku yang 38bit.
KEBUTUHAN MINIMAL
Untuk bisa melakukan instalasi Ubuntu 13.10 LTS ke PC,
setidaknya harus memenuhi syarat-syarat minimal, sebagimana dikutip dalam situs
resmi Ubuntu sebagai
berikut :
1. 700 MHz processor
2. 512 MiB RAM (system memory)
3. 5 GB of hard-drive space
4. VGA capable of 1024x768 screen resolution
5. Either a CD/DVD drive or a USB port for the instaler
media
6. Internet access is helpful
Nah, master instaler yang akan saya pasangkan ke komputer
virtual adalah Ubuntu 13.10 LTS (Long Term Service) yang memiliki
kode nama Saucy Salamander.
Pada
percobaan kali ini, laptop yang aku gunakan masih sama, yaitu HP Pavillion Sleekbook 14 dengan
spesifikasi sebagai berikut :
- Processor
AMD E1-1200 APU with Radeom (tm) HD Graphics (2 CPUs), ~1.4 GH
- RAM 2 GB
- Windows 7 Ultimate 32 bit (6.1,
Build 7600)
Nah kali ini aku masih menggunakan aplikasi VMware 9.0 karna support dengan
laptopku yang 38bit.
Bahan yang dibutuhkan
:
1. VMware : Kamu bisa menggunakan VMware Player atau VMware
Workstation. Sebagai contoh saya menggunaka VMware Workstation.
2. Master installer : Kali ini, aku menggunakan Ubuntu 13.10 (32-bit) karna
laptop saya hanya berkapasitas 32 bit. Sesuaikan dengan kapasitas laptop kamu.
TAHAP INSTALASI
Sebelum kamu memulai instalasi ada baiknya kamu
menyiapkan beberapa seperti dibawah ini :
1. Download
aplikasi VMware Workstation 9.0
2. Setelah
selesai diunduh, install di komputer kamu.
3. Siapkan Ubuntu 13.10 installer, bisa dalam bentuk DVD maupun image file (bootable).
Setelah semua siap, maka instalasi
Ubuntu 13.10 bisa dimulai.
1. Buka aplikasi VMware yang sudah terinstall di lapotop
kamu. Kemudian klik “Creat a New Virtual
Machine”.
2. Pilih “Custom
(Advance)” lalu kik Next.
3. Langsung saja klik Next.
4. Pilih “I will
install the operation system later” kemudian klik Next.
5. Karna kita ingin melakukan penginstalan Ubuntu, maka kita
pilih “Linux” dan untuk version kita
pilih “Ubuntu”. Kemudian klik Next.
6. Beri nama VMware dan pilih lokasi penyimpanan virtual
kita, lalu klik Next sampai bertemu
dengan pembuatan drive baru.
7. Buat drive virtual baru untuk
penyimpanan Ubuntunya. Disini kamu bisa
menentukan seberapa banyak kapasitas harddisk virtual yang akan digunakan (biasanya
untuk Ubuntu 13 rekomendasi kapasitas harddisknya adalah 20GB, namun bisa mengubah sesuai keinginan kamu) minimalnya adalah 5GB. Kemdian klik Next.
Klik Next sampai kamu
bertemu dengan tombol Finish.
8. Setelah selesai, akan ada review Virtual
Machine yang akan kita buat. Kemudian masuk ke konfigurasi dengan mengklik “Edit Virtual Machine Settings”.
9.
Pilih “CD/DVD (IDE)” kemudian pilih ISO Image, kemudian Klik Browse.
10. Cari file ISO Master Installer Ubuntu
13.10 yang kita miliki atau yang telah kita download. Setelah ketemu, klik dan
pilih Open. Kemudian kita pilih OK.
11. Klik pada “Power on this virtual machine”. VMware akan booting dan menemukan
master installer kita dan membawa kita masuk ke Setup Ubuntu.
12. Disini kamu bisa menentukan bahasa yang akan digunakan,
selain itu juga kamu bisa memilih mau Install
Ubuntu atau Try Ubuntu.
· Try Ubuntu: Berarti
mencoba mengoperasikan ubuntu tanpa harus menginstalnya ke hardisk.
·
Install Ubuntu:
Berarti kita siap menginstal ubuntu ke hardisk.
Disini aku memilih Instal Ubuntu.
13. Silahkan klik centang pada “Install this third-party software” kemudian klik Continue.
14. Kamu bisa memilih “Erase
disk and install Ubuntu” atau “Something
else”. Pada “Erase disk and install
Ubuntu” akan memformat drive kamu secara keseluruhan. Harap berhati-hati
dan persiapkan drive untuk backup data jika diperlukan. Sedangkan pada “Something else” kamu bisa membagi
partisi drive seperti di Windows. Kali ini aku memilih “Something else” kemudian klik Continue.
15. Sebelum kamu membagi partisi, alangkah baiknya jika kamu
mengerti ini :
·
Partisi Root:
Partisi ini merupakan tempat dimana Ubuntu akan terinstal.
· Partisi Swap:
Partisi ini dibutuhkan untuk swap file akan digunakan jika Ubuntu membutuhkan
tambahan memor.
· Partisi Home:
Partisi ini bersifat opsional, kamu bisa menambahkannya atau menjadikannya satu
dengan Root. Home adalah lokasi tempat file pribadi kamu tersimpan (music,
pictures, documents, dsb).
Disini aku akan membuat 2 partisi saja. Silahkan kamu
klik “New Partition Table...”.
16. Lalu akan muncul seperti gambar dibawah. Pilih Continue untuk melanjutkan.
17. Jika sudah akan muncul free space yang tadi kita buat
diawal. Kemudian klik tanda +.
18. Pada Creat
Partition kamu akan membuat partisi sesuai keinginan. Tapi juga harus tau
apa yang akan kamu pilih nanti. Jangan sampai salah pilih. Disini aku memilih Size 10000MB (10GB), Type partition “Primary”, Loction partition
“Beginning of this space”, Use as “Ext4” dan Mount Point “/ atau root” lalu Ok.
19. Disini partisi yang pertama kita buat sudah jadi yaitu
9999MB. Lalu kita akan membuat partisi yang kedua. Kita tempatkan lagi di free space. Lalu kita klik tanda +.
20. Pada Creat
Partition lagi disini aku memilih Size
5000MB (5GB), Type partition “Logical”, Loction partition “Beginning
of this space”, Use as “swap area” lalu Ok.
21. Setelah partisi sudah dibuat, kita bisa mulai memulai
penginstalan. Klik Install Now.
22. Setelah itu ubuntu akan otomatis instal. Sembari menunggu
instal, kita bisa sambil seting regional dan personalisasi. Pada tampilan di
bawah, kita tulis “Indonesia Time
(Jakarta)” kemudian klik Continue.
23. Disini kamu diminta untuk menentukan jenis input papan
ketik anda, silahkan pilih “English (US)”
karena susunan papan ketik kita adalah QWERTY, jika sudah silahkan
klik Continue.
24. Isikan kolom Akun, seperti Nama, Nama Komputer, Nama
Pengguna dan Sandi. Perlu diingat, Sandi untuk ubuntu adalah wajib. Jadi anda
harus mengisi dan mengingatnya. Kemudian klik Continue.
25. Pada tahap ini mungkin yang membedakan pada saat install
Ubuntu 13.04 dengan 13.10. Pada Ubuntu 13.10 setelah memasukan nama akun dan
sandi, kita akan diminta untuk login. Jika kita tidak terakses internet pilih
saja Log in Later.
26. Tunggu sampai Ubuntu nya terinstall.
27. Jika sudah klik Restart
Now atau tekan Enter.
28. Setelah restrat maka akan masuk kembali. Masukan password
yang tadi dibuat.
29. Dan Ubuntu 13.10 sudah selesai diinstal dan siap digunakan.
Nah tadi kan kita sudah mencoba
menginstall Ubuntu 13.10. Sekarang alangkah baiknya jika kita mengenal apasih
kelebihan dan kekurangan dari Ubuntu 13.10 itu sendiri.
Kelebihan Ubuntu
13.10
·
Tampilan yang
terlihat apik dan futuristik.
·
Langkah-langkah pada
pennginstallan cukup mudah diikuti.
·
Tidak lagi
menggunakan dekstop Gnome tapi menggunakan dekstop Unity.
·
Dirilis dengan Kernel
3.8 yang jauh lebih stabil, handal dan telah mendukung berbagai perangkat
peripheral.
·
Nautilus yang lebih
compatible dan lengkap dengan plugin yang lebih ringan, stabil dan tidak
boros memory.
·
Panel Software
Update, mempermudah pengguna dalam melakukan aktivitas upgrade / update sistem.
·
Tampilan Menu
Shutdown / Restart Dialog yang telah di update menjadi Unity Panel.
·
Network Manager
dibuat lebih mudah dan simple, untuk mempermudah pengguna dalam melakukan
konfigurasi interface LAN & Wireless.
·
Unity yang lebih
responsive, sehingga membuat pengguna menjadi lebih nyaman dalam melakukan
eksplore perangkat lunak menggunakan Unity Panel.
·
Tersedianya plugin
social-media yang telah di integrasikan dengan panel dan unity, sehingga
mempermudah pengguna dalam melakukan interaksi dengan social media.
·
Informasi kartu
Grafis (VGA-Card) yang lebih detail.
·
Menu panel
QuickLaunch yang mempermudah kita untuk mengexplore aplikasi, tools, dan
layanan yang disediakan di sistem.
·
Tersedianya server
repository aplikasi Lokal (sesuai dengan Regional)
Kekurangan Ubuntu
13.10
·
Pada tahap
penginstalan hanya ada Run Live CD dan Install Ubuntu.
·
Efek Desktop 3D
kurang stabil (Compiz, Emerald, dll), kesalahan yang didapati adalah ketika
sistem diam sejenak (Hang) dan kesalahan stuck Force Close.
·
Penggunaan resources
(memory) agak bocor kalau di banding versi i386 yang sebelumnya, karena
disebabkan untuk pengoptimalan Efek Unity 3D.
·
Sedikitnya tambahan
repository installasi perangkat lunak tambahan.
·
Sering terjadi masalah
broken-pipe ketika menginstall paket aplikasi melalui repository pendukugn
seperti PPA-Repository / paket yang berekstensi.
Nah dan sekarang sampai
disini dulu yaa... sampai jumpa lagi ditutorial-tutorial selanjutnya!!!
Wassalamualaikum Wr. Wb


































0 komentar:
Posting Komentar