Menginstall Android 6.0 (Marshmallow)
Menggunakan
Aplikasi Virtual VMware
Assalamualaikum Wr. Wb.
Ketemu lagi sama aku si
admin blog SOPK UNNES hehehe...
Kemaren kita udah coba
install Android Kitkat dan lollipop menggunakan VMware. Sekarang kita akan coba
Android yang berada diatasnya lagi yaitu Android Marshmallow.
Ok sebelum kita masuk ke prosesnya, aku akan menjelaskan
sedikit tentang apa itu Android dan aplikasi VMware.
Android adalah sistem operasi untuk telepon selular yang
berbasis linux dan juga berbasis open source yang menyediakan platform terbuka
bagi para pengembang untuk menciptakan aplikasi baru, os android dinilai akan
berkembang secara pesat dan mengalahkan vendor ternama seperti microsoft mobile,
plam os atau iphone.
Android
6.0 "Marshmallow" merupakan
pemutakhiran yang akan datang untuk sistem operasi telepon genggam Android,
kemungkinan besar akan dirilis pada Q3 2015 ("sementara dijadwalkan untuk
September"), dengan pratayang ketiga dan terakhir dirilis pada tanggal 17
Agustus 2015. Pertama diperkenalkan di Google I/O pada tanggal 28 Mei 2015,
Marshmallow terutama akan berfokus pada perbaikan inkremental dan penambahan
fitur lainnya.
Pratayang pengembang Android "M" dirilis pada
tanggal 28 Mei 2015, untuk telepon genggam Nexus 5 dan Nexus 6, tablet Nexus 9,
dan set-top box Nexus Player, di bawah nomor bentukan MPZ44Q. Pratayang
pengembang ketiga (MPA44G) dirilis pada tanggal 17 Agustus 2015 untuk Nexus 5,
Nexus 6, Nexus 9 dan perangkat Nexus Player, dan diperbarui ke MPA44I yang
membawa perbaikan yang berhubungan dengan profil Android for Work.
Marshmallow juga memiliki skema manajemen daya baru
bernama Doze yang mengurangi tingkat aktivitas aplikasi latar belakang saat
perangkat menentukan bahwa itu tidak sedang aktif ditangani oleh pengguna,
yang, menurut Google, menggandakan pemakaian baterai perangkat. Hal ini juga
memperkenalkan pilihan untuk mengatur ulang semua pengaturan jaringan, tersedia
untuk pertama kalinya pada Android, yang membersihkan pengaturan terkait
jaringan untuk Wi-Fi, Bluetooth dan koneksi seluler.
Android Marshmallow memberikan dukungan asli untuk
pengenalan sidik jari, memungkinkan penggunaan sidik jari untuk membuka
perangkat dan otentikasi Play Store dan pembelian Android Pay; API standar juga
tersedia untuk melaksanakan otentikasi berbasis sidik jari dalam aplikasi lain.
Android Marshmallow mendukung USB Type-C, termasuk kemampuan untuk
menginstruksikan perangkat untuk mengisi daya perangkat lain melalui USB.
Marshmallow juga memperkenalkan "pranala yang diverifikasi" yang
dapat dikonfigurasi untuk membuka langsung dalam aplikasi tertentu mereka tanpa
petunjuk pengguna lanjut.
Sedangkan VMware
adalah Sebuah program yang digunakan untuk membuat virtual sistem
operasi di Laptop ataupun PC. Sehingga dalam 1 Laptop/PC terdapat lebih
dari 1 Sistem Operasi.Sedangkan keunggulannya adalah bila dibanding
dengan dual booting yang harus shutdown untuk mengganti sistem
operasi, Vmware mampu mengaktifkan beberapa sistem operasi secara bersamaan.
Pada percobaan kali ini, laptop yang aku gunakan masih
sama, yaitu HP Pavillion Sleekbook 14
dengan spesifikasi sebagai berikut :
1. Processor AMD E1-1200 APU with Radeom (tm) HD Graphics (2
CPUs), ~1.4 GH
2. RAM 2 GB
3. Windows 7 Ultimate 32 bit (6.1, Build 7600)
Nah kali ini aku masih menggunakan aplikasi VMware 9.0 karna support dengan
laptopku yang 38bit.
Bahan yang dibutuhkan
:
- VMware
: Kamu bisa menggunakan VMware Player atau VMware Workstation. Sebagai
contoh saya menggunaka VMware Workstation.
- Master installer : Kali ini, aku menggunakan Androi
6.0/Marshmallow (32-bit) karna laptop saya hanya berkapasitas 32 bit.
Sesuaikan dengan kapasitas laptop kamu.
NB : Diharapkan ketika
menginstall Android kalian tersambung dengan internet.
Setelah semua siap, maka installasi Android Marsmallow
bisa dimulai.
1. Buka aplikasi
VMware yang sudah terinstall di laptop kamu. Kemudian klik “Creat a New Virtual Machine”.
2. Pilih “Custom (Advance)” lalu kik Next.
3. Langsung saja
klik Next.
4. Pilih “Installer disc image file (iso)”
kemudian klik Browse.
5. Kita cari iso
dari Android Marshmallow tersebut. Setelah ketemu lalu klik Open.
6. Tunggu beberapa
saat lalu klik Next.
7. Beri nama VMware
dan pilih lokasi penyimpanan virtual kita, lalu klik Next sampai bertemu dengan pembuatan drive baru.
8. Buat drive
virtual baru untuk penyimpanan Androidnya. Disini kamu bisa menentukan
seberapa banyak kapasitas harddisk virtual yang akan digunakan (Kamu bisa
menggunakan 20GB, namun bisa
mengubah sesuai keinginan kamu) minimalnya adalah 5GB. Kemdian klik Next. Klik Next sampai kamu bertemu dengan tombol Finish.
9. Kita mulai
booting pada android, saya sarankan anda untuk memilih Installation-Install
Android x-68 to harddisk. Apabila anda tertarik mencoba live CD tanpa anda harus
menginstall pada virtual disk, anda
pilih saja Live CD
10. Tunggu sampai
masuk kebagian pembuatan partisi. (Selama berjalan jika ingin memilih
tekan tombol Enter).
11. Pilih Created/Modify partision kemudian
klik Ok.
12. Pilih saja No.
13. Setelah itu
pilih New.
14. Kemudian pilih Primary.
15. Disini kita bisa
melihat harddisk kita. Tekan Enter.
16. Pilih Bootable.
17. Setelah ada
tanda Boot kemudian pilih Write.
18. Tulis yes kemudian tekan Enter.
19. Selanjutnya
pilih Quit.
20. Kemudian kita
pilih sda1 unknow Vmware Virtual I.
21. Pilih ext 4.
22. Pilih Yes. Tunggu sebentar sampai
Formatting partition sda1 selesai.
23. Pilih Yes lagi.
24. Sekarang kita
pilih Skip.
25. Kemudian kita
pilih Yes.
26. Ditunggu sampai
installation android x86 selesai.
27. Jika sudah
selesai maka ada dua pilihan. Kamu bisa memilih Run Android atau Reboot.
Dua-duanya sama saja, disini aku pilih Run saja.
28. Ditunggu sampai
muncul tulisan Android.
29. Setelah masuk ke
Android maka sekarang kita akan masuk dibagian setting. Pilih English (United State).
30. Pada pemilihan
wifi, kita skip saja. Pilih Skip
Anyway.
31. Pilih saja No thanks untuk bisa meneruskan
ketahap selanjutnya
32. Disini kita akan
mengisi Google account. Pilih Skip
untuk melewatinya. Tidak apa-apa jika tidak mengisi Google account.
33. Isi nama kalian
untuk menamai User Android kalian.
34. Pada Set up payment info pilih No thanks.
35. Disini kita akan masuk ke pengaturan tanggal dan waktu.
Sesuaikan dengan tempat kamu berada ya.
36. Kita langsung saja pilih Not now.
37. Nah otomatis
kita akan langsung masuk ke halaman Androidnya.
38. Terakhir seperti
inilah tampilan Android Marhmallow.
Nah sudah paham? Sekarang aku mau bagi kekurangan dan
kelebihan Android Marshmallow.
Kelebihan Android
Marshmallow 6.0
- Mendukung Pemindai Sidik Jari
Smartphone atau tablet yang
telah mengusung sistem operasi Android Marshmallow v6.0 memang cukup
memperhatikan keamanan untuk penggunanya. Dengan demikian versi Android terbaru
yang diluncurkan ini telah mendukung sistem Fingerprint atau pemidai sidik jari
yag dapat dimanfaatkan pengguna untuk mode penguncian posel maupun tentikasi
beberapa transaksi online.
- Mendukung Android Pay
Peluncuran Android Pay atau
pembayaran Android dengan koneksi NFC oleh Google memang siap menjadi pesaing
Samsung Pay dan Apple Pay. Dalam gadget yang telah dimotori oleh sistem operasi
Android Marshmallow telah mendukung pembayaran Android dari Google atau Android
Pay. Dengan demikian pengguna akan lebih mudah dalam bertransaksi online dan
melakukan pembayaran secara langsung melalui smartphone.
- Irit Baterai
Dibandingkan sistem operasi
terdahulunya yang boros baterai, Android Marshmallow ini
memiliki kelebihan irit dalam pemakaian daya baterai. Dengan demikian kinerja
smartphone akan lebih optimal dan memiliki waktu siaga lebih lama karena OS
Android M ini lebih hemat dalam pemakaian daya baterainya.
- Mendukung Fast Charging
Beberapa smartphone kelas
menengah atas telah mendukung fitur fast charging atau kmampuan mengisi baterai
yang lebih cepat. Namun dalam sistem operasi Android Marsmallow terbaru ini,
smartphone yang tidak memiliki fitur fast charging akan tetap merasakan
kemampuan charging yang lebih cepat. Selain itu Android Marshmallow juga akan
kompatibel dengan port USB terbaru yaitu USB Type-C dimana salah satu
kelebihannya mampu mentransfer daya yang lebih cepat.
- Mendukung App Permisions
Fitur App Permisions
merupakan fitur penyesuaian izin dalam sebuah aplikasi yang dapat disesuaikan
dengan penggunana. Dapat dimisalkan pada aplikasi Whatsapp jika kita tidak
mengijinkan penggunaan kamera maka aplikasi akan secara otomatis tidak dapat
menggunakan kamera dalam smartphone.
- Mendukung Auto Back-Up
Fitur ini memungkinkan
pengguna smartphone OS Android Marshmallow dapat menympan aplikasi ke
Google Drive maksimal 25 MB. Dengan demikian jika pengguna mengganti ponsel
tidak perlu mengatur ulang aplikasi yang pernah digunakan.
Kabarnya dalam Android
Marshmallow 6.0 ini nantinya juga akan dilengkapi asisten pintar ‘Now On Tap’
yang kabarnya versi terbaru Google Now yang tentunya belum bisa kita bahas
selengkapnya. Selain itu juga dilengkapi interface yang lebih menarik
dibandingkan pendahulunya OS Android v5.0 Lollipop.
Kekurangan Android
Marshmallow 6.0
Kekurangan dalam Android Marshmallow 6.0 sendiri belum
ada keterangan lanjutan dari Google. Namun tentunya sebagai sistem operasi
terbaru yang rilis di paruh kedua 2015, Android Marshmallow memiliki kekurangan
yang bersifat umum sebagai OS terbaru yakni
- Belum
tersedia pada semua perangkat smartphone android
- Jika mendukung Upgrade OS Marshmallow, membutuhkan waktu yang cukup lama
Terimakasih sudah mengunjungi blog ku. Semoga tutorial ini bermanfaat. sampai jumpa di tutorial-tutorial berikutnya...
Wassalamualaikum Wr. Wb









































mana link downloadnya master installernya ???
BalasHapusseklian blog walking ya mbak nitip jejak
https://abdussyukkur.blogspot.com