Minggu, 18 Desember 2016

Menginstall Android 5.1 (Lollipop) Menggunakan Aplikasi Virtual VMware

Menginstall Android 5.1 (Lollipop) Menggunakan
Aplikasi Virtual VMware
Assalamualaikum Wr. Wb.

Ketemu lagi sama aku si admin blog SOPK UNNES hehehe...

Kemaren kita udah coba install Android Kitkat menggunakan VMware. Sekarang kita akan coba Android yang berada diatasnya Android Kitkat yaitu Android Lollipop.
Ok sebelum kita masuk ke prosesnya, aku akan menjelaskan sedikit tentang apa itu Android dan aplikasi VMware.

Android adalah sistem operasi untuk telepon selular yang berbasis linux dan juga berbasis open source yang menyediakan platform terbuka bagi para pengembang untuk menciptakan aplikasi baru, os android dinilai akan berkembang secara pesat dan mengalahkan vendor ternama seperti microsoft mobile, plam os atau iphone.

Android Lollipop (5.1) adalah versi stabil terbaru dari sistem operasi Android yang dikembangkan oleh Google, yang pada saat ini mencakup versi antara 5.0 dan 5.1.[4][5] Diresmikan pada 25 Juni 2014 saat Google I / O, dan tersedia secara resmi melalui over-the-air (OTA) update pada tanggal 12 November 2014, untuk memilih perangkat yang menjalankan distribusi Android dilayani oleh Google (seperti perangkat Nexus dan Google Play edition). Kode sumbernya dibuat tersedia pada 3 November 2014.
Salah satu perubahan yang paling menonjol dalam rilis Lollipop adalah user interface yang didesain ulang dan dibangun dengan yang dalam bahasa desain disebut sebagai "material design". Perubahan lain termasuk perbaikan pemberitahuan, yang dapat diakses dari lockscreen dan ditampilkan pada banner di bagian atas screen. Google juga membuat perubahan internal untuk platform, dengan Android Runtime (ART) secara resmi menggantikan Dalvik untuk meningkatkan kinerja aplikasi, dan dengan perubahan yang ditujukan untuk meningkatkan dan mengoptimalkan penggunaan baterai, yang dikenal secara internal sebagai Project Volta.
Android 5.0 pertama kali diperkenalkan di bawah codename "Android L" pada 25 Juni 2014 selama presentasi keynote pada konferensi pengembang Google I / O. Di samping Lollipop, presentasi difokuskan pada sejumlah platform Android yang berorientasi dan teknologi baru, termasuk Android TV, pada platform Android Auto, dpt dipakai pada platform komputasi Android Wear, dan platform pelacakan kesehatan Google Fit.

Sedangkan VMware adalah Sebuah program yang digunakan untuk membuat virtual sistem operasi di Laptop ataupun PC. Sehingga dalam 1 Laptop/PC terdapat lebih dari 1 Sistem Operasi.Sedangkan keunggulannya adalah bila dibanding dengan dual booting yang harus shutdown untuk mengganti sistem operasi, Vmware mampu mengaktifkan beberapa sistem operasi secara bersamaan.
Pada percobaan kali ini, laptop yang aku gunakan masih sama, yaitu HP Pavillion Sleekbook 14 dengan spesifikasi sebagai berikut :
1.    Processor AMD E1-1200 APU with Radeom (tm) HD Graphics (2 CPUs), ~1.4 GH
2.    RAM 2 GB
3.    Windows 7 Ultimate 32 bit (6.1, Build 7600)
Nah kali ini aku masih menggunakan aplikasi VMware 9.0 karna support dengan laptopku yang 38bit.

Bahan yang dibutuhkan :
  1. VMware : Kamu bisa menggunakan VMware Player atau VMware Workstation. Sebagai contoh saya menggunaka VMware Workstation.
  2. Master installer : Kali ini, aku menggunakan Androi 5.1/Lollipop (32-bit) karna laptop saya hanya berkapasitas 32 bit. Sesuaikan dengan kapasitas laptop kamu.
NB : Diharapkan ketika menginstall Android kalian tersambung dengan internet.
Setelah semua siap, maka installasi Android Lollipop bisa dimulai.
1.  Buka aplikasi VMware yang sudah terinstall di laptop kamu. Kemudian klik “Creat a New Virtual Machine”.

2.  Pilih “Custom (Advance)” lalu kik Next.

3.  Langsung saja klik Next.

4.  Pilih “Installer disc image file (iso)” kemudian klik Browse.

5.  Kita cari iso dari Android Lollipop tersebut. Setelah ketemu lalu klik Open.

6.  Tunggu beberapa saat lalu klik Next.

7.  Beri nama VMware dan pilih lokasi penyimpanan virtual kita, lalu klik Next sampai bertemu dengan pembuatan drive baru.

8.  Buat drive virtual baru untuk penyimpanan Androidnya. Disini kamu bisa menentukan seberapa banyak kapasitas harddisk virtual yang akan digunakan (Kamu bisa menggunakan 20GB, namun bisa mengubah sesuai keinginan kamu) minimalnya adalah 5GB. Kemdian klik Next. Klik Next sampai kamu bertemu dengan tombol Finish.

9.  Kita mulai booting pada android, saya sarankan anda untuk memilih  Installation-Install Android x-68 to harddisk. Apabila anda tertarik  mencoba live CD tanpa anda harus menginstall pada  virtual disk, anda pilih saja Live CD

10.  Tunggu sampai masuk kebagian pembuatan partisi. (Selama berjalan jika ingin memilih tekan tombol Enter).

11.  Pilih Created/Modify partision kemudian klik Ok.

12.  Pilih saja No.

13.  Setelah itu pilih New.

14.  Kemudian pilih Primary.

15.  Disini kita bisa melihat harddisk kita. Tekan Enter.

16.  Pilih Bootable.

17.  Setelah ada tanda Boot kemudian pilih Write.

18.  Tulis yes kemudian tekan Enter.

19.  Selanjutnya pilih Quit.

20.  Kemudian kita pilih sda1 unknow Vmware Virtual I.

21.  Pilih ext 4.

22.  Pilih Yes. Tunggu sebentar sampai Formatting partition sda1 selesai.

23.  Pilih Yes lagi.

24.  Sekarang kita pilih Skip.

25.  Kemudian kita pilih Yes.

26.  Ditunggu sampai installation android x86 selesai.

27.  Jika sudah selesai maka ada dua pilihan. Kamu bisa memilih Run Android atau Reboot. Dua-duanya sama saja, disini aku pilih Run saja.

28.  Ditunggu sampai muncul tulisan Android.

29.  Setelah masuk ke Android maka sekarang kita akan masuk dibagian setting. Pilih English (United State).

30.  Kemudian kita disuruh untuk memasukan Sim Card. Kita Skip aja langsung.

31.  Pada pemilihan wifi, kita skip saja. Pilih Skip Anyway.

32.  Disini kita akan mengisi Google account. Pilih Skip untuk melewatinya. Tidak apa-apa jika tidak mengisi Google account.

33.  Disini kita akan masuk ke pengaturan tanggal dan waktu. Sesuaikan dengan tempat kamu berada ya.

34.  Isi nama kalian untuk menamai User Android kalian.

35.  Untuk Google Services kita Next aja.

36.  Nah otomatis kita akan langsung masuk ke halaman Androidnya.

37.  Terakhir seperti inilah tampilan Android Lollipop.

Nah sudah paham? Sekarang aku mau bagi kekurangan dan kelebihan Android Lollipop.
Kelebihan Android Lollipop :
      a.    Material merupakan hasil Desain terbaru
     Tampilan bahasa terbaru Android menghasilkan sebagai tampilan grafis yang tampak seperti cetakan yakni desain yang dipakai atau yang dihasilkan mirip seperti terdapat pada kualitas kertas. Sebagai tampilan terbaiknya bahwa Material Desain, terlihat hampir serupa metafora material yakni menggunakan atribut taktil yang sangat familiar dan terdapat pencahayaan yang sangat realistis untuk menghasilkan ruang rasionalisasi dan pada sistem gerak terbaik.

      b.    Android sebagai all screen
    Android Lollipop 5.0 ini didesain dengan rancangan untuk all-screen atau semua layar, yang tentunya sangat bisa menyesuaikan berbagai perangkat ketika digunakan pada sebuah ponsel, laptop, tablet, jam tangan,elektronik rumah, TV, maupun pada mobil.

      c.    Penggunaan Desain notifikasi terbaru
    Untuk Notifikasi pada Android Lollipop ini sudah didesain dengan adanya notifikasi terbaru. Sistem notifikasi terbaru ini memberikan fungsi yang canggih yakni ketika pengguna bisa menampilkan prioritas pilihan dan menyembunyikan atau mengabaikan semua tampilan yang tidak diprioritaskan. Fitur ini dihadirkan sebagai hasil notifikasi baru yakni bisa muncul di atas atau dipermukaan dari semua aplikasi yang sedang digunakan, sehingga memungkinkan sekali untuk bisa melihatnya tanpa dengan berpindah-pindah tampilan selain itu juga bisa mengabaikan dan mengontrol dengan sangat mudah sekali.

      d.    Terdapat 64-bit ART compiler
   Hasil ini adalah sebagai bentuk perubahan yang signifikan dan revolusioner pada sistem Android yang telah ada sehingga bisa Menggantikan yang awalnya Dalvik compiler menjadi ART Compiler yang lebih efisien, yang tentunya bisa menjadikan Android ini benar-benar cross-platform pada ARM, x86 dan MIPS. Dengan keberadaan ART compiler ini secara keseluruhan akan memberikan efek yang optimal pada system kerja memori dan aplikasi disaat sedang keadaan loading, atau bisa dikatakan ternyata Google telah membrikan hasil kinerja hingga mencapai dua kali lebih cepat dari android sebelumnya.

      e.    Proyek Volta untuk meningkatkan daya tahan baterai
     Proyek Volta ini terdapat Battery Historian yang merupakan alat baru yang bisa memberikan kontrol maksimal pada sebuah aplikasi yang bisa mempengaruhi daya tahan baterai, sehingga alat ini untuk memastikan fungsi tertentu agar menjadikan tidak aktif disaat baterai dalam keadaan melemah. Selain itu Proyek Volta bisa memberikan rincian catatan atau mengidentifikasi secara baik disaat baterai sedang terkuras dan penggunaan fitur apa yang sebenarnya bisa memakan banyak daya baterai. Adanya API Job Scheduler, yang berfungsi untuk memilih dan menjalankan tugas- tugas yang menguras baterai bisa dilakukan pada saat sedang pengisian, atau perangkat akan bisa menghindari pembaruan aplikasi bila ternyata baterai telah habis. Tersedia built-in mode Battery Saver akan bisa menurunkan tingkat kecerahan layar, kerja CPU,dan juga batas update background yang ada.

f.        f.  Menu recent apps terbaru
     Tab recents terbaru, menu ini ini bisa memungkinkan adanya pembagian tab Chrome menjadi terpisah, juga bisa diklik, dan berbeda.

     g.    Context-aware unlocking
   Adanya personal unlocking merupakan salah satu bentuk rancangan terbaik yang dapat memperhitungkan perangkat Bluetooth ketika perangkat ponsel atau tablet sedang terkoneksi pada lokasi pengguna,juga suara unik yakni ketika layar yang sedang terkunci dengan kunci pola akan bisa dilewati jika smartphone Android sedang didekatkan dengan smartwatch.     

      h.    Memisahkan work and play( bekerja dan bermain)
      Android Lollipop juga memberikan kemudahan bagi penggunanya untuk bisa mengoperasikan perangkat dalam dua jenis penggunaan fungsi yakni work and play yakni ketika untuk bekerja dan bermain.

      i.      Peningkatan pada pencarian kontekstual
   Produsen Google juga memberikan kemudahan pada penggunanya dengan “penemuan kembali”, yakni Google Search dari Android terbaru ini sekarang bisa lebih baik lagi dan akurat serta cepat dalam merekam jejak semua aktifitas yang telah pengguna jalankan sebelumnya. Tujuan dari fitur Search dari pencarian Google Earth adalah untuk bisa menentukan lokasi dengan tepat ke tempat aplikasi tertentu dan akan mulai secara tepat pula dimana pengguna bisa menghentikannya.

Kekurangan Android Lollipop

Tidak semua gadget bisa update ke versi ini karena google masih memberi update pada smartphone tertentu saja.

Nahh sekian tutotial kali ini. Semoga bermanfaat ya. sampai jumpa di tutorial-tutorial lainya...

Wassalamualikum Wr. Wb

0 komentar:

Posting Komentar

www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net