Menginstall Ubuntu 15.04 Menggunakan
Aplikasi Virtual VMware
Assalamualaikum Wr. Wb
Ketemu lagi dengan Blog SOPK UNNES tercinta ini
hehehe....
Setelah kemarin kita belajar menginstall Ubuntu 13.04,
13.10, 14.04 dan 14.10 menggunakan VMware. Kali ini kita akan mencoba Ubuntu 15.04.
Ok sebelum kita masuk ke prosesnya, kembali lagi aku akan
mengingatkan kembali tentang apa itu Ubuntu dan aplikasi VMware.
Ubuntu merupakan salah satu
distro Linux yang menurut saya sangat pas untuk pemula yang biasanya
menggunakan windows dan ingin beralih ke Linux. Ubuntu memiliki dua versi yaitu
versi Desktop dan Server.
Ubuntu
15.04 adalah versi lanjut dari
Canonial Ubuntu yang dirilis secara resmi pada 23 April 2015. Ubuntu versi ini
adalah ubntu yang pertama dengan fitur LXD, yaitu hypervisor berbasis pada
wadah Linux yang menyediakan kecepatan, sangat efisien, mesin virtual ukuran
rendah dari setiap Linux Ubuntu.
Sedangkan VMware
adalah Sebuah program yang digunakan untuk membuat virtual sistem
operasi di Laptop ataupun PC. Sehingga dalam 1 Laptop/PC terdapat lebih
dari 1 Sistem Operasi.Sedangkan keunggulannya adalah bila dibanding
dengan dual booting yang harus shutdown untuk mengganti sistem
operasi, Vmware mampu mengaktifkan beberapa sistem operasi secara bersamaan.
Nah kali ini aku masih menggunakan aplikasi VMware 9.0
karna support dengan laptopku yang 38bit.
KEBUTUHAN MINIMAL
Untuk Ubuntu 15.04 menggunakan spesifikasi minimal yang
lebih dari versi versi sebelmunya. Spesifikasi yang dibutuhkan makin berat
karena adanya peningkatan fitur grafik di unity. Spesifikasi mimalnya :
1. Pentium 4 2.40 GHz atau setara
2. 1024 MB RAM (system memory)
3. 10 GB of hard-drive space
4. VGA capable of 1366x768 screen resolution
5. Either a CD/DVD drive or a USB port for the instaler
media
Nah, master instaler yang akan saya pasangkan ke komputer
virtual adalah Ubuntu 15.04 LTS (Long Term Service) yang memiliki
kode nama Vivid Vervet.
Pada
percobaan kali ini, laptop yang aku gunakan masih sama, yaitu HP Pavillion Sleekbook 14 dengan
spesifikasi sebagai berikut :
- Processor
AMD E1-1200 APU with Radeom (tm) HD Graphics (2 CPUs), ~1.4 GH
- RAM 2 GB
- Windows 7 Ultimate 32 bit (6.1,
Build 7600)
Nah kali ini aku masih menggunakan aplikasi VMware 9.0 karna support dengan
laptopku yang 38bit.
Bahan yang dibutuhkan
:
1. VMware : Kamu bisa menggunakan VMware Player atau VMware
Workstation. Sebagai contoh saya menggunaka VMware Workstation.
2. Master installer : Kali ini, aku menggunakan Ubuntu 15.04 (32-bit) karna
laptop saya hanya berkapasitas 32 bit. Sesuaikan dengan kapasitas laptop kamu.
TAHAP INSTALASI
Sebelum kamu memulai instalasi ada baiknya kamu
menyiapkan beberapa seperti dibawah ini :
1. Download
aplikasi VMware Workstation 9.0
2. Setelah
selesai diunduh, install di komputer kamu.
3. Siapkan
Ubuntu 15.04 installer, bisa dalam bentuk DVD maupun image file (bootable).
Setelah semua siap, maka instalasi
Ubuntu 14.04 bisa dimulai.
1. Buka aplikasi VMware yang sudah terinstall di lapotop
kamu. Kemudian klik “Creat a New Virtual
Machine”.
2. Pilih “Custom
(Advance)” lalu kik Next.
3. Langsung saja klik Next.
4. Pilih “I will
install the operation system later” kemudian klik Next.
5. Karna kita ingin melakukan penginstalan Ubuntu, maka kita
pilih “Linux” dan untuk version kita
pilih “Ubuntu”. Kemudian klik Next.
6. Beri nama VMware dan pilih lokasi penyimpanan virtual
kita, lalu klik Next sampai bertemu
dengan pembuatan drive baru.
7. Buat drive virtual baru untuk
penyimpanan Ubuntunya. Disini kamu bisa
menentukan seberapa banyak kapasitas harddisk virtual yang akan digunakan
(biasanya untuk Ubuntu 14 rekomendasi kapasitas harddisknya adalah 20GB, namun bisa mengubah sesuai
keinginan kamu) minimalnya adalah 5GB. Kemdian klik Next. Klik Next sampai kamu bertemu dengan tombol Finish.
8. Setelah selesai, akan ada review Virtual
Machine yang akan kita buat. Kemudian masuk ke konfigurasi dengan mengklik “Edit Virtual Machine Settings”.
9.
Pilih “CD/DVD (IDE)” kemudian pilih ISO Image, kemudian Klik Browse.
10. Cari file ISO Master Installer Ubuntu
14.04 yang kita miliki atau yang telah kita download. Setelah ketemu, klik dan
pilih Open. Kemudian kita pilih OK.
11. Klik pada “Power on this virtual machine”. VMware akan booting dan menemukan master
installer kita dan membawa kita masuk ke Setup
Ubuntu.
12. Disini kamu bisa menentukan bahasa yang akan digunakan,
selain itu juga kamu bisa memilih mau Pasang
Ubuntu atau Coba Ubuntu.
· Coba Ubuntu:
Berarti mencoba mengoperasikan ubuntu tanpa harus menginstalnya ke hardisk.
·
Pasang Ubuntu :
Berarti kita siap menginstal ubuntu ke hardisk.
Disini aku memilih Pasang Ubuntu .
13. Silahkan klik centang pada “Pasang perangkat lunak pihak ketiga ini” kemudian klik Lanjutkan.
14. Kamu bisa memilih “Hapus
diska dan pasang Ubuntu” atau “Sesuatu
yang lain”. Pada “Hapus diska dan
pasang Ubuntu” akan memformat drive kamu secara keseluruhan. Harap
berhati-hati dan persiapkan drive untuk backup data jika diperlukan. Sedangkan
pada “Sesuatu yang lain” kamu bisa
membagi partisi drive seperti di Windows. Kali ini aku memilih “Sesuatu yang lain” kemudian klik Lanjutkan.
15. Sebelum kamu membagi partisi, alangkah baiknya jika kamu
mengerti ini :
·
Partisi Root:
Partisi ini merupakan tempat dimana Ubuntu akan terinstal.
· Partisi Swap:
Partisi ini dibutuhkan untuk swap file akan digunakan jika Ubuntu membutuhkan
tambahan memor.
· Partisi Home:
Partisi ini bersifat opsional, kamu bisa menambahkannya atau menjadikannya satu
dengan Root. Home adalah lokasi tempat file pribadi kamu tersimpan (music,
pictures, documents, dsb).
Disini aku akan membuat 2 partisi saja. Silahkan kamu
klik “Tabel Partisi Baru...”.
16. Lalu akan muncul seperti gambar dibawah. Pilih Lanjutkan untuk melanjutkan.
17. Jika sudah akan muncul ruang kosong yang tadi kita buat
diawal. Kemudian klik tanda +.
18. Pada Buat partisi
kamu akan membuat partisi sesuai keinginan. Tapi juga harus tau apa yang akan
kamu pilih nanti. Jangan sampai salah pilih. Disini aku memilih Ukuran 10000MB (10GB), Jenis Partisi Baru “Utama”, Lokasi Partisi Baru “Mulai
dengan spasi ini”, Gunakan sebagai
“Ext4” dan Titik kait “/ atau root”
lalu Ok.
19. Disini partisi yang pertama kita buat sudah jadi yaitu
9999MB. Lalu kita akan membuat partisi yang kedua. Kita tempatkan lagi di ruang kosong. Lalu kita klik tanda +.
20. Pada Buat partisi
lagi disini aku memilih Ukuran 5000MB
(5GB), Jenis Partisi Baru “Logika”, Lokasi Partisi Baru “Mulai
dengan spasi ini”, Gunakan sebagai
“ruang swap” lalu Ok.
21. Setelah partisi sudah dibuat, kita bisa mulai memulai
penginstalan. Klik Pasang Sekarang.
22. Jika ditemukan seperti ini, langsung Lanjutkan saja.
23. Setelah itu ubuntu akan otomatis instal. Sembari menunggu
instal, kita bisa sambil seting regional dan personalisasi. Pada tampilan di
bawah, kita tulis “Indonesia Time
(Jakarta)” kemudian klik Lanjutkan.
24. Disini kamu diminta untuk menentukan jenis input papan
ketik anda, silahkan pilih “English (US)”
karena susunan papan ketik kita adalah QWERTY, jika sudah silahkan klik Lanjutkan.
25. Isikan kolom Akun, seperti Nama, Nama Komputer, Nama
Pengguna dan Sandi. Perlu diingat, Sandi untuk ubuntu adalah wajib. Jadi anda
harus mengisi dan mengingatnya. Kemudian klik Lanjutkan.
26. Tunggu sampai Ubuntu nya terinstall.
27. Jika sudah klik Nyalakan
Ulang Sekarang atau tekan Enter.
28. Setelah restrat maka akan masuk kembali. Masukan password
yang tadi dibuat.
29. Dan Ubuntu 15.04 sudah selesai diinstal dan siap
digunakan.
Nah tadi kan kita sudah mencoba
menginstall Ubuntu 15.04. Sekarang alangkah baiknya jika kita mengenal apasih
kelebihan dan kekurangan dari Ubuntu 15.04 itu sendiri.
· Ubuntu 15.04 bukanlah
sesuatu menarik, tapi itu hanya kesan orang-orang kebanyakan. Yang benar adalah
bahwa itu upgrade penting karena beberapa perubahan yang sangat penting telah
dibuat, termasuk adopsi systemd.
· Pengguna akan melihat
bahwa tidak terlalu banyak perubahan visual yang telah terjadi di Ubuntu 15.04,
tapi itu yang diharapkan oleh produsen. Untuk transisi ke versi Unity yang baru
masih belum siap bagi penggunaan umum, sehingga mudah untuk memahami mengapa
Ubuntu 15.04 memiliki tampilan yang tidak jauh berbeda dari Ubuntu 14.10.
· Sebagian besar
perubahan yang dilakukan untuk Ubuntu 15.04 telah dilakukan di dalam systemnya,
dan itu berarti bahwa sebagian besar tidak akan terlihat dengan mata telanjang.
Sebagian besar pengguna tidak akan menyadarinya semua perubahan, tapi itu ada
dan itu penting.
Nah dan sekarang sampai
disini dulu yaa... sampai jumpa lagi ditutorial-tutorial selanjutnya!!!
Wassalamualaikum Wr. Wb


































0 komentar:
Posting Komentar